Lakon Pewayangan : Mengejar Bayang-bayang Merah

0 76

Mengejar Bayang-bayang Merah

“Ketika cinta membutakan segalanya, maka apa yang kau punya menjadi sirna.” Wejangan Prabu Kurundageni dari kerajaan Tirtakandasan kepada anaknya, Kertawiyoga. Demi memperistri sang gadis dari kerajaan Mandaraka, Dewi Erawati, Kertawiyoga nekat mempertaruhkan segalanya yang ia punya. Sang putra mahkota kerjaaan Tirtakandasan itu, hanya bisa menyesali nasib ketika penculikannya kepada Dewi Erawati, akibat rasa cintanya berubah menjadi bencana.

Istananya luluh lantak hingga rata dengan tanah akibat serangan dari Prabu Baladewa dan kerajaan Mandaraka. Sementara tubuhnya hancur berkeping-keping dihajar Arjuna, sang penengah Pandawa yang harus membasahi tangannya dengan darah demi menyelamatkan Dewi Erawati dari cengkraman Kertawiyoga. Kendati demikian, rasa cintanya pada sang Dewi Erawati tidaklah padam meski api penasaran terus menggelayuti dirinya. Perlakuan baik dan sopan dengan tidak menyentuh sama sekali, selama sang Dewi diculik dalam istananya, merupakan sebuah kisah satir tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Seperti halnya metafora kehidupan yang semu, usaha cintanya yang tulus dan murni tidak menggoyahkan perasaan sang gadis pujaannya. Hingga ia sendiri harus menanggung derita, demi sebuah cinta…

Source kompasiana.com kompasiana.com/roelly87/5510fd95a333118b37ba937c/tembang-cinta-para-dewi-kisah-cinta-yang-getir-dari-dunia-wayang#
Comments
Loading...