Lakon Pewayangan : Menggelar Lakon Banjaran Bima

0 207

Sukses menggelar lakon Banjaran Bima selama dua belas bulan berturut-turut di Jakarta pada tahun 1988, yang dimotori oleh Soedarko Prawiroyudo. Oleh karena cuplikan pentas selalu disiarkan dalam TVRI melalui acara Dunia Dalam Berita, dan adanya ekspos media massa cetak, maka popularitas Ki Manteb semakin menyebar di masyarakat Indonesia. Bahkan menurut Bambang Murtiyoso dalam Menggapai Popularitas: Aspek-aspek Pendukung Agar Menjadi Dalang Popoler (2004), pada tahun pentas Ki Manteb rata-rata mencapai 28 hingga 30 kali per bulan, dengan jarak tempuh dari pentas yang satu ke pentas lainnya relatif jauh.

Jejak langkah karier Ki Manteb Soedharsono tidak hanya mendapatkan pengakuan masyarakat Indonesia saja, namun legalitas publik internasional menempatkan eksistensinya pada jagat pedalangan tak terbantahkan. Pada tahun 2003 Ki Manteb mewakili komunitas dalang Indonesia untuk menerima piagam penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco. Kekuatan sebagai sosok dalang ditunjukkan Ki Manteb dengan memecahkan rekor Muri mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa istirahat pada tahun Bahkan, legalitas Ki Manteb semakin mantap ketika mendapat penghargaan Nikkei Asia Prize Award 2010 untuk bidang kebudayaan.

Nikkei memberikan penghargaan atas dedikasi Ki Manteb yang sedemikian besar dalam melestarikan dan mengembangkan wayang kulit. Ki Manteb dianggap sebagai tokoh legendaris yang telah menyebarkan dan menyajikan pertunjukan wayang secara memukau bagi masyarakat Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

Source Doc docplayer.info/56814222-Ki-manteb-soedharsono-pemikiran-dan-karya-pedalangannya.html
Comments
Loading...