Lakon Pewayangan : Mepet Babahan Hawa Sanga

0 284

Wayang adalah tontonan sekaligus tuntunan, disamping sebagai arena hiburan, memperoleh informasi yang ingin disampaikan, wewayangan adalah bayangan atau gambaran watak, sifat dan sikap perilaku manusia. Cukup banyak faedah Mepet (nutup) mata, mepet mulut, mepet telinga bila dimaksud untuk pengendalian hawa nafsu manusiawi. Nilai kesucian seseorang tidak diukur dari pakaiannya melainkan dari sikap, perilaku, berbudipekerti, mampu menjauhkan diri dari rasa dengki, iri hati, srei, panasten, melik darbeking liyan.

Pancadria (Panca=5 Indera) lima dari Babahan Hawa WangaBabahan=lubang, Hawa=udara, energi, dorongan, godaan Sanga=sembilan (9). Komunikasi manusia dengan jagad raya melalui 9 babahan energi tubuh manusia. Babahan hawa sanga ini sering disebut jendela tubuh, untuk wanita ditambah 2 babahan sehingga berjumlah 11 babahan. Kesebelas babahan itu adalah mata (2), telinga (2), hidung (2), mulut, anus, alat kelamin berjumlah 9 babahan pada wanita terdapat puting susu (2) jumlah 11 babahan.

Mepet (mempeti, nutupi) babahan hawa sanga adalah laku tapa brata, merupakan syarat utama mencapai keheningan Samadi, Panunggalan, Makrifat (Sabdono Surohadikusumo, Methafisika Study Club). Dhedhep tidem prebawaning ratri, Sasadara wus manjer kawuryan, Tan kuciwa memanise. Menggep srinateng dalu, Siniwaka sanggya pra dasih. Aglar neng cakrawala, Winulat ngelangut. Prandene paksa kebegan, Saking kehing taranggana kang sumiwi, Warata tanpa sela. Sasadara, cahaya Rembulan (bulan, wulan) mengirim gelombang, sinyal ultrasound yang lembut memberi pengaruh kesejukan, ketenangan, keindahan pamor.

Source Wayangku Susisardjito's Blog
Comments
Loading...