Lakon Pewayangan : Monolog Wayang Dewi Gendari

0 97

Aku hanyalah seorang ibu seperti halnya ibu yang lain. Tidak banyak keinginanku, seperti halnya cita-cita ibu lainnya. Ialah agar anak-anakku kelak bisa hidup mukti wibawa. Salahkah itu? Mana yang tidak benar dari keinginanku itu? Nah, kalian tidak mampu menunjukkan bukan? Dulu aku hidup bahagia bersama orang tua dan saudaraku. Meski ayahku bukanlah seorang raja besar. Tapi kami adalah keluarga berkecukupan di Negeri Gandaradesa.

Kami empat saudara: aku, sangkuni, Surabasata, dan Gajaksa. Cukup bahagia bersama rama Prabu Gandara dan Ibu Dewi Gandini. Lalu, datanglah kau dalam kehidupan kami wahai Pandudewanata. Datang pada kami dengan segala kegagahanmu, kesaktianmu. Semua kemegahan yang kau miliki sebagai putra mahkota. Telah kau pamerkan secara sempurna pada kami sekeluarga. Dan nyatanya, kaupun bersedia memboyongku ke Negeri Astina. Namun, sedikitpun kami tak pernah menyangka.

Ternyata kau adalah pria paling biadap yang pernah ada di dunia. Kau lempar begitu saja aku ke pelukan kakakmu yang buta. Kau hempaskan angan-angan dan harapanku menjadi istri raja. Kejam sekali kau Pandu, oh aku telah terperosok ke dalam jurang yang dalam

Source Kompas kompasiana.com/rusrusman522/5bb4e824aeebe11ea1224335/wayang-monolog-dewi-gendari
Comments
Loading...