Lakon Pewayangan : Narayana Kembang, Nikahan

0 55

Kisah ini menceritakan pernikahan kedua Raden Narayana dengan sepupunya, yaitu Dewi Rukmini. Dalam kisah ini mari mencoba membuat pendekatan bahwa semua istri Raden Narayana (kelak bergelar Prabu Kresna) adalah titisan para istri Batara Wisnu. Dewi Jembawati minta dimadu dengan Dewi Rukmini dan Dewi Setyaboma. Raden Narayana sudah tiga bulan ini menjalani pengasingan di Hutan Banjarpatoman bersama sang istri, yaitu Dewi Jembawati.

Hukuman tersebut dijatuhkan oleh Prabu Baladewa atas perbuatan Raden Narayana yang mengacau keamanan di wilayah Kerajaan Mandura sebagai begal. Meskipun Prabu Baladewa paham bahwa adiknya menjadi begal untuk merampok para pejabat korup sisa-sisa pengikut Adipati Kangsa dan membagi-bagikan harta jarahannya kepada rakyat miskin, namun hukum negara harus tetap ditegakkan. Untuk itu, Prabu Baladewa dengan terpaksa menjatuhkan hukuman buang kepada sang adik agar menjadi contoh bagi segenap penduduk Kerajaan Mandura.

Demikianlah, Raden Narayana menjalani hukuman buang tersebut bersama Dewi Jembawati yang setia menemaninya. Hingga pada suatu malam, Dewi Jembawati mimpi dirinya berada dalam wujud asli, yaitu Batari Srilaksmi, di mana ia bertemu dengan adik dan sepupunya, yang bernama Batari Srilaksmita dan Batari Sri Satyawarna. Ketiga bidadari tersebut adalah cucu Sanghyang Pancaresi yang semuanya dinikahi Batara Wisnu. Batari Srilaksmi dan Batari Srilaksmita adalah putri Batara Wiksmaka. Mereka memiliki adik laki-laki, Laksmanasadu.

Source albumkisahwayang.blogspot.co.id albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/11/narayana-kembang.html
Comments
Loading...