Lakon Pewayangan : Ngerinya Kematian Dursasana

0 190

Langit di ufuk timur kian memerah dan suasana di Padang Kuruksetra masih sepi. Namun tidak menunggu lama tempat itu pasti akan kembali menjadi ramai, akan hiruk pikuk oleh teriakkan para prajurit. Ada suara sangkakala perang saudara antara Kurawa dan Pandhawa. Serta akan riuh dengan suara sesumbar, denting pedang dan bahkan rintihan serta tangisan. Sementara itu di Keraton Astina, Prabu Duryudana nampak sedang menyendiri. Kemudian seperti orang terbangun dari rasa gelisahnya, ia melihat adiknya Si Dursasana yang tinggi besar itu melangkah geloyoran sambil memegang kendhi berisi toak yang telah ia gunakan berpesta pora semalam. 

“Pergilah!”

“Sebentar lagi fajar akan menyingsing. Segera bersiap!”

Source Kompas kompasiana.com/rusrusman522/5bb0f055677ffb48fd243368/sekilas-wayang-ngerinya-kematian-dursasana
Comments
Loading...