Lakon Pewayangan : Pancasila pada Lakon Wayang

0 75

Pagelaran wayang kulit pada era pemerintahan Presiden Soeharto mampu menjembatani pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, terutama melalui adegan gara-gara. Dalam adegan ini sering disuguhkan dialog yang mengulas tentang program-program pembangunan seperti penghijauan, kebersihan, panca usaha tani, kadarkum, kamtibmas, siskamling, PKK, P-4, modernisasi desa, lumbung desa, kesadaran akan cinta Tanah Air (Ibu Pertiwi), dan lain sebagainya.

Lakon-lakon yang dipergelarkan antara lain lakon Sesaji Raja Suya. Lakon tersebut mengisahkan upaya Pandawa dalam mempersatukan raja sewu negara untuk melaksanakan sesaji di kerajaan Amarta. Tujuan persatuan ini adalah untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan, kerukunan, saling hormat-menghormati, dan bantu-membantu atas dasar azas kekeluargaan. Kandungan lakon ini memiliki kesamaan visi dengan cita-cita bangsa yang temuat dalam Pembukaan UUD 1945 yakni untuk membangun politik luar negeri yang bebas aktif serta ikut menciptakan perdamaian dunia yang abadi yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selain itu, dalam naskah lakon Kalingga Bawana yang ditulis alm Ki Soeparno Hadiatmodjo, pada janturan jejer nagari Ngastina diuraikan pembukaan UUD 1945 yang digubah dalam naras.

Source kompasiana.com kompasiana.com/fadhilna/59302061137f612d77f62bf9/pendidikan-pancasila-melalui-wayang-kulit
Comments
Loading...