Lakon Pewayangan : Pandawa Mengabdi pada Wiratha

0 262

Kewajiban bagi Pandawa tinggal harus bersembunyi dan menyamar selama satu tahun. Pandawa bersepakat akan menyamar dan bersembunyi di negara Wiratha, mengabdi kepada Prabu Matswapati. Karenanya segera berangkat. Sebelum masuk negara tersebut, semua senjata disimpan dalam sebuah rongga pohon besar. Berangkatnya tidak bersamaan, melainkan sendiri- sendiri. Pertama kali Yudhistira menyamar menjadi brahmana dengan nama Kangka.

Bima menyamar menjadi tukang masak, dengan membawa senduk nasi besar dengan nama Salawa. Arjuna menyamar menjadi banci, agar mudah bergaul dengan para putri, sebagai guru tari dan seni musik Jawa, dengan nama Wrahatnala. Dewi Drupadi berganti nama menjadi Sairindri, menyamar sebagai tukang mendadani para putri. Nakula menyamar sebagai tukang kuda dengan nama Grantika. Sadewa menjadi penggembala hewan dengan nama Tantipala.

Semuanya diterima dengan baik menjadi abdi (hamba) raja Wiratha, dan bekerja dengan rajin, teliti, yang membuat senang dan kepercayaannya raja. Apalagi setelah Balawa (Bima) dapat membunuh Maliojina, musuh sang raja yang kekuatannya luar biasa. Meskipun semuanya sudah bekerja dengan tekun, dengan hati yang suci, namun ada hal yang hampir saja membahayakan. Ceritanya demikian : Kincaka, ipar sang raja, yang menjadi panglima perang, terpesona oleh kecantikan Drupadi, lalu dibujuk agar mau menjadi istrinya. Meskipun Sairindri sudah mengatakan bahwa suaminya 5 raksasa, yang kelimanya mencintainya, namun Kincaka tidak mempedulikan Sairindri.

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...