Lakon Pewayangan : Pandawa Piningit (Pembuangan)

0 196

Dimulai dari hutan Kamiyaka, Pandawa sedang dalam masa pembuangan selama 12 tahun. Seluruh Brahmana resi selalu mengiringi perjalanan Pandawa. Digambarkan seakan-akan seluruh alam turut merasakan kesengsaraan Pandawa. Dewi Drupadi sudah kuat lagi dengan penderitaan yang tengah dirasakan, kemudian melinangkan air mata. Dewi Drupadi mengeluh. Sedang Puntadewa berdo’a kepada sang Tuhan agar senantiasa diberikan keselamatan.

Sang Arjuna juga turut berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Drupadi akhirnya juga turut berdo’a agar diberikan keteguhan. Bratasena tidak terima dan sakit hati dengan keadaan ini, Bratasena sangat membenci Kurawa. Menurut Bratasena, mengapa kakak iparnya Drupadi juga ikut serta dibuang dengan mereka, kalau hanya para Pandawa, itu tidak akan jadi suatu masalah. Puntadewa memberi nasehat agar Bratasena tidak lepas kendali, dapat menahan nafsu amarahnya.

Puntadewa mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban seorang wanita untuk berbakti dan ikut dengan suami. Bratasena menyalahkan kakaknya tersebut, karenanyalah kalah bermain judi, akhirnya mereka harus dihukum buang. Sedang Arjuna mengatakan bahwa kesengsaraan mereka alami, akibat kelicikan dari paman mereka, Sengkuni dan juga sifat buruk dari Duryudana serta Dursasana. Bratasena berkeinginan untuk menyerang Kurawa, tidak perlu menunggu sampai genap 13 tahun. Namun Puntadewa mencegah dan menyarankan agar sebaiknya meneruskan perjalanan. Ditengah perjalanan, Nakula, Sadewa meminta untuk istirahat sejenak dan minum air yang di danau.

Source Wayangku Ayo Seneng Nulis
Comments
Loading...