Lakon Pewayangan : Pandhawa Dadu, Kehormatan

0 189

Pandawa main dadu. Kala itu, undangan main dadu dari seorang raja ke raja lain adalah sebuah kehormatan, jadi tak mungkin ajakan itu ditolak. Begitu pikir Sangkuni. Kurawa pun setuju. Tentu saja dadu sudah dibuat sedemikian rupa sehingga selalu menuruti tebakan Kurawa. Maka dibuatlah undangan bermain dadu kepada Pandawa. Undangan itu sampailah ke Pandawa. Arjuna menaruh curiga.,” Kakanda Yudhistira, tak biasanya para Kakanda Kurawa berbaik hati begini rupa? Hamba curiga.” Ia bertanya kepada Yudhistira.

“Para kakanda Kurawa selalu berniat buruk pada kita,” sambung Bima. Namun Yudhistira adalah satria yang bijaksana. Hatinya lurus dan tanpa prasangka. Ia berpikir undangan itu adalah sebuah kehormatan bagi Pandawa dan harus diterima. “Undangan ini harus diterima, ini adalah sebuah kehormatan. Mungkin para Kakanda Kurawa sudah lurus hatinya. Para adinda harus percaya kebaikan takkan takluk pada kejahatan dan angkara murka,” jawab Yudhistira mengakhiri pembicaraan.

Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa menuruti kehendak junjungan mereka, Yudhistira. Boyonganlah para Pandawa ke Negeri Astina. Drupadi, istri Yudhistira yang ia sunting dari Negeri Pancala diajak serta. Tak lupa harta dan perhiasan sebagai taruhan dibawa pula. Sampailah mereka ke Negeri Astina disambut para Kurawa yang nampak ramah tapi dalam hati tersenyum menyeringai karena angkara murka. Dimulailah permainan dadu setelah jamuan makan dan keakraban.

Source Wayangku Chabib Duta Hapsoro's Blog
Comments
Loading...