Lakon Pewayangan : Parwa (Swargarohana Parwa)

0 136

Swargarohanaparwa merupakan kitab kedelapan belas dari seri Astadasaparwa. Kitab ini lakon akhir kisah perjalanan suci yang dilakukan oleh Pandawa. Sesampainya di surga, Yudistira terkejut karena tidak menemukan saudara-saudaranya melainkan mendapati bahwa Duryodana beserta sekutunya yang jahat kecuali Karna ada di sana. Sang Dewa mengatakan bahwa mereka bisa berada di surga karena mereka telah melakukan dharma mereka sebagai Kstaria yaitu berperang dan gugur dalam peperangan di Kurukshetra.

Lantas Yudistira menanyakan dimana tempat para ksatria-ksatria lainnya yang berada di pihak mereka yang juga melakukan Dharmanya dan gugur di peperangan Kurukshetra. Ia pun menyatakan bahwa Ia ingin segera bertemu mereka. Dewa kemudian menemani Yudistira menemui mereka. Ia melalui jalan yang buruk, bau, berdarah, bernanah banyak mayat dan banyak yang mengalami siksaan dirajam, ditusuk di rebus dalam air yang mendidih yang di iringi oleh teriakan kesakitan karena sengsaraan yang dialami sehingga tidak dapat lagi dikenali ragamnya.

Karena ingin tahu siapa saja mereka-mereka itu dan mengapa ada disitu ia bertanya, ’Siapa kalian dan mengapa ada di sini?’. Mereka menjawab dari berbagai tempat, ‘Saya Karna!’ ‘Saya Bhimasena!’ ‘Saya Arjuna!’ ‘Saya Nakula!’ ‘Saya Sahadeva!’ ‘Saya Dhrishtadyumna!’ ‘Saya Draupadi!’ ‘Kami anak-anak Draupadi!’ Mendengar itu, Yudistira bertanya dalam hatinya, ‘Inikah akhir takdir? Apa dosa yang dilakukan oleh mereka semua.

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...