Lakon Pewayangan : Pemahaman di Lakon Wayang

0 22

Berkaitan dengan pemahaman terhadap lakon-lakon wayang, selain dari pengamatan Ki Manteb Soedharsono terhadap pentas pedalangan ayah, juga Ki Manteb Soedharsono peroleh dari cerita wayah Ki Manteb Soedharsono. Ayah Ki Manteb Soedharsono kalau menceritakan suatu lakon selalu lengkap, mulai dari urutan adegannya, peristiwa lakonnya, sampai dengan detail percakapan tokoh-tokoh wayangnya, bahkan humor atau banyolannya pun tidak ketinggalan.

Humor seperti ini disebut dengan banyolan gawan lakon, yaitu humor yang terkait dengan lakon tertentu. Pemahaman lain yang tidak kalah penting adalah dalam hal sabet terutama tanceban wayang. Ayah Ki Manteb Soedharsono selalu memegang teguh pada udanegara sebuah adegan. Salah satu contoh, jejer di Kerajaan Hastina dalam lakon Kresna Duta. Urutan penampilan tokoh-tokoh wayangnya sebagai berikut. Duryudana tanceb di gawang kanan menghadap ke kiri pada gedebog nginggil, kemudian disusul oleh penampilan Bisma dari kiri, setelah dipersilakan duduk kemudian tanceb di gawang kiri menghadap ke kanan pada gedebog nginggil.

Disusul Salya tampil dari kiri, setelah dipersilakan duduk kemudian tanceb di gawang kanan sisi Duryudana menghadap ke kiri pada gedebog nginggil. Selanjutnya Drona tampil dari kiri, setelah dipersilakan duduk kemudian tanceb di gawang kiri berjajar dengan Bisma menghadap ke kanan pada gedebog nginggil. Kemudian Karna tampil dari kiri, setelah dipersilakan duduk kemudian tanceb di gawang kiri.

Source docplayer.info docplayer.info/56814222-Ki-manteb-soedharsono-pemikiran-dan-karya-pedalangannya.html
Comments
Loading...