Lakon Pewayangan : Perang Wirata-Astina, Serang

0 216

Kisah ini menceritakan Prabu Basuparicara atau Prabu Basuketi pergi meninggalkan istana untuk bertapa di hilir Sungai Jamuna. Ketika Kerajaan Wirata dipimpin Raden Basuketu sebagai wakil raja, datang serangan dari Prabu Pratipa raja Hastina. Dalam pertempuran itu Prabu Pratipa gugur, dan putra bungsunya yang bernama Raden Santanu dilantik sebagai raja Hastina yang baru. Prabu Basuparicara meninggalkan kerajaan Wirata. Prabu Basuparicara di Kerajaan Wirata sedang berduka karena sang permaisuri, yaitu Dewi Yukti meninggal dunia setelah melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Wrehadrata.

Ia sangat sedih karena dua kali menikah selalu saja kehilangan istri. Yang pertama adalah Dewi Subakti yang meninggal karena sakit, dan yang kedua adalah Dewi Yukti yang meninggal setelah melahirkan. Pada suatu malam datang Batara Narada yang diutus Batara Guru untuk menyampaikan petunjuk bahwa Prabu Basuparicara harus pergi meninggalkan istana Wirata dan menjalani hidup sebagai petapa di hilir Sungai Jamuna. Dengan cara demikian, Prabu Basuparicara akan bertemu jodoh baru, yang kelak akan menurunkan raja-raja Tanah Jawa.

Setelah mendapatkan petunjuk demikian, Prabu Basuparicara pun menitipkan Kerajaan Wirata kepada adiknya, yaitu Raden Basuketu, kemudian ia berangkat meninggalkan istana menuju Sungai Jamuna. Raden Basuketu mendapat surat panggilan dari Prabu Pratipa. Pada suatu hari, Raden Basuketu menerima kedatangan Patih Basusara dari Kerajaan Hastina.

Source albumkisahwayang.blogspot.co.id albumkisahwayang.blogspot.co.id/2015/06/perang-wirata-hastina.html
Comments
Loading...