Lakon Pewayangan : Perkemahan Rahwana Hancur

0 66

Setelah Prabu Arjunasasrabahu bertiwikrama merubah wujud menjadi raksasa sak gunung anakan dan tidur melintang di sungai Narmada maka terbentuklah sebuah danau yang amat luas. Ah, senangnya Dewi Citrawati menyaksikan hal itu. Iapun segera terjun kedalam air dan mengajak semua istri sang prabu untuk mengikutinya. Tentu saja hal ini adalah pemandangan yang amat menarik. Bayangkan, seribu lebih wanita cantik berenang ke sana kemari dengan pakaian yang sangat tipis.

Heem … mereka bercanda, bersuka cita penuh kegembiraan dan gelak tawa. Sungguh menggemaskan tentu. Sementara itu sungai Narmada yang terbendung semakin lama semakin meninggi airnya. Danau itu kian meluas dan melebar menggenangi perbukitan dan daerah sekitarnya. Tentu saja lama kelamaan mengalir deras ke daratan yang lebih rendah. Luapan air itu terjun dari tempat yang tinggi laksana air bah melanda persawahan dan perbukitan. Kondisi ini tak disadari oleh Prabu Arjunasasrabahu sebab sang raksasa itu dalam keadaan tidur bertiwikrama.

Sedangkan Dewi Citrawati dan wanita lain yang sedang asyik bercengkrama ria di danaupun juga tidak menyadari sama sekali. Tersebutlah sebuah negeri kecil bernama negeri Sakya yang letaknya tidak jauh dari lokasi bendungan maespati. Di sebuah perbukitan yang lebih rendah bernama bukit Janakya terdapat sepasukan raksasa dari kerajaan Alengkadiraja sedang mendirikan perkemahan.

Source kompasiana.com kompasiana.com/rusrusman522/5c1b64ad677ffb309b2e4732/wayang-saat-perkemahan-rahwana-hancur-berantakan
Comments
Loading...