Lakon Pewayangan : Persembahan Bambang Ekalaya

0 98

Dikisahkan, suatu ketika Guru Durna sedang memberi pelajaran memanah kepada para muridnya, Pandawa dan Kurawa. Dari jauh seorang pemuda dari golongan kasta rendah bernama Bambang Ekalaya tengah mengawasi mereka. Pemuda itu takjub akan kehebatan sang Guru Durna. Ia ingin sekali belajar memanah kepadanya. Tetapi ia paham. Tidak mungkin Guru Durna berkenan menerimanya sebagai murid. Karena selama ini sudah menjadi rahasia umum, sang Resi hanya mau mengajar siswa dari golongan kasta bangsawan.

Bambang Ekalaya akhirnya hanya bisa mundur teratur. Menatap semuanya dari kejauhan. Dan juga terpaksa menyimpan keinginannya dalam hati. Akan halnya Guru Durna, dalam membimbing anak didiknya, ia adalah seorang pengajar yang pilih kasih. Suka membeda-bedakan. Saat itu ia cenderung menganakemaskan Arjuna timbang terhadap murid-muridnya yang lain. Mengapa Guru Durna berlaku demikian? Tak lain dan dan tak bukan karena Arjuna adalah sosok pemuda cerdas, yang cepat tanggap menyerap ilmu yang diajarkan.

Saking sayangnya terhadap Arjuna, Guru Durna tak segan mewariskan panah Sangkali, pusaka sakti yang dimiliknya. Ia berharap Arjuna menjadi satu-satunya ksatria dari Kurusetra yang tidak terkalahkan. Yang kelak bisa diandalkan saat terjun ke kancah peperangan. Tentu saja perlakuan pilih kasih sang guru sedikit banyak membuat Arjuna tumbuh menjadi pemuda manja dan agak besar kepala.

Source kompasiana.com kompasiana.com/elfat67/5aa63d7016835f0cd01e1e43/dongeng-wayang-sepotong-jari-ekalaya
Comments
Loading...