Lakon Pewayangan : Prabu Duryudana Gugur, Akhir

0 468

Penghormatan dan kemuliaan yang tiada taranya. Sedangkan sekarang semuanya yang disayangi sudah sirna. Yang nantinya akan bersama-sama naik ke sorga bersama dengan dirinya. Sedang negara Astina sekarang sudah rusak. Walau Pandawa menang dalam perang dan dapat menjadi raja di Hastinapura, tetapi menjadi raja di negara yang sudah rusak. Pandawa belum pernah mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, dan kehormatan seperti Duryudana dan Kurawa. Meski Pandawa menang dalam perang, tetapi akan hidup di negara yang tidak ada apa-apanya

Demikianlah ucapan Duryudana. Kini Perang Baratayuda telah usai, dan Pandawa menang. Putra Prabu Drestharastra tidak ada yang hidup. Waktu itu Duryudana masih hidup walaupun sudah tidak bisa bergerak. Kemudian Pandawa kembali ke pesanggrahan. Sampai di pesanggrahan Sri Batara Kresna dengan Arjuna turun dari kereta sambil membawa senjata. Pada saat keduanya turun dari kereta itu, seketika itu juga kereta lebur termasuk bendera Arjuna yang dengan tanda ‘kera putih’ seketika hilang.

Keadaan ajaib itu lalu dijelaskan oleh Sri Batara Kresna, bahwa sebenarnya kereta itu sudah lama jadi abu, sebab terkena panah musuh yang sakti dari pemberian dewa. Hanya selama kereta itu masih dinaiki oleh Sri Batara Kresna dan masih dipergunakan untuk perang, tidak rusak meskipun sebenarnya sudah jadi abu. Demikianlah kesaktian Batara Kresna sebagai pemimpin dan pelindung Pandawa.

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...