Lakon Pewayangan : Prabu Salya Gugur, Dipanah

0 399

Pagi hari ke 18 Prabu Salya diangkat menjadi pimpinan perang dari pihak Kurawa, sedangkan dari pihak Pandawa, Yudhistira. Peperangan makin seru. Prajurit dari kedua pihak banyak yang terbunuh. Yudhistira bolak balik diserang, namun selalu dapat mengundurkan musuh. Akhirnya Yudhistira melepaskan panah ‘surah jamus kalimasada’ yang mengenai dada Prabu Salya yang seketika itu juga roboh. Putra raja Drestharastra tinggal dua, Duryudana dan Sudarsa.

Akhirnya Sudarsa juga gugur, sehingga tinggal Duryudana seorang diri. Karena sudah tidak ada yang membantu lagi, Duryudana turun dari kereta, sebab kusirnya juga sudah meninggal, meninggalkan medan pertempuran bersembunyi di sebuah telaga di bawah daun bunga teratai. Dengan kekuatan gaib, Duryudana dapat bersembunyi di dalam air, seperti di daratan. Prajurit pilihan Kurawa yang masih hidup tinggal tiga, yaitu Krepa, Aswatama dan Kartamarma. Sayang hal ini tidak diketahui Duryudana, sehingga lantas meninggalkan medan pertempuran.

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...