Lakon Pewayangan : Rahwana Dinobatkan Menjadi Raja

0 165

Narada mengingatkan akan datangnya ke-angkara murka-an yang akan merusak tatanan marcapada dihari depannya nanti bila keinginan Rahwana dipenuhi. Selanjutnya Batara Guru dan Batara Narada menemui Kumbakarna yang sedang bertapa tidur di lembah Gohkarna. Batara Guru menggugahnya dan menanyakan keinginan Kumbakarna. Putra kedua resi Wsirawa tidak menginginkan apa-apa, ia tidak ingin meminta segala kesaktian karena ia merasa tidak mempunyai musuh di marcapada, ia hanya ingin bisa tertidur nyenyak, makan, dan segala hal kenikmatan yang menjadi kesukaannya, sebab dengan makan dan tidur hidupnya sudah merasa nyaman tanpa harus mengganggu ketentraman hidup orang lain.

Batara Guru memenuhi permintaan Kumbakarna. Ia memberikan rasa kantuk yang berkepanjangan kepada putra kedua Wisrawa. Di tempat terpisah masih dari bagian lereng gunung Gohkarna, Batara Guru dan Batara Narada membangunkan Sarpakaneka. Anak ketiga Wisrawa yang berwujud raksesi (raksasa wanita) meminta diberi kesaktian dan kekuatan yang setaraf dengan para dewa, dan diberi kenikmatan-kenikmatan dunia, dipenuhi segala nafsunya terutama syahwatnya.

Dan ketika Batara Guru menggugah Gunawan Wibisana, putra keempat begawan Wisrawa ini tidak meminta kesaktian, ia hanya minta diberi kebijaksanaan dan senantiasa selalu berada dijalan kebenaran atau dharma. Setelah menuai hasil dari tapa brata, ke-empat putra Wisrawa kembali pulang ke negeri Alengka. Dan saat itu pula Rahwana dinobatkan menjadi raja Alengka

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/07/rahwana-jadi-raja.html
Comments
Loading...