Lakon Pewayangan : Salya dan Bunga Cempaka Mulia

0 132

Nakula dan Sadewa kembali saling pandang. Namun tak ada kata sepakat apapun yang tersimpul dari pandangan sinar mata masing masing. Keduanya mengalihkan pandangannya ketika Prabu Salya kembali memecah kesunyian, dengan pertanyaan disertai suara yang dalam.

Kamu berdua menginginkan unggul dalam perang Baratayuda, begitu bukan? Sekarang jawablah!

“Tidak salah apa yang uwa Prabu tanyakan”. Jawab Sadewa.

Sebab itu, tirukan kata kata yang aku ucapkan tadi

Kembali Salya memerintahkan kepada kedua kemenakannya dengan setengah memaksa. Kedua ksatria kembar itu kembali saling pandang. Kali ini Nakula bertanya kepada adiknya, Sadewa.

Bagaimana adikku, apa yang harus aku lakukan?

“Tersesrahlah kanda, saya akan duduk dibelakang kanda saja.” Jawab Sadewa lesu Kembali Nakula bersembah dengan mengatakan,

Dosa apakah yang akan menimpa kami . . . .

Baru berapa patah kata Nakula berkata, namun dengan cepat Prabu Salya memotong ucapan yang keluar dari bibir Nakula

Bukan!! Bukan itu yang harus kamu katakan! Tetapi katakan dan tirukan kalimat yang telah aku ucapkan tadi

Sinar mata memaksa dari Prabu Salya telah menghujam ke mata Nakula ketika ia memandang uwaknya. Seakan tersihir oleh sinar mata uwaknya, maka ketika Prabu Salya menuntun kalimat demi kalimat itu, Nakula menuruti kata yang terucap dari bibir Prabu Salya bagai kerbau yang tercocok hidungnya.

Uwa Prabu . .

“Uwa Prabu”, tirunya.

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/10
Comments
Loading...