Lakon Pewayangan : Salya Membuka Rahasia Kematian

0 57

Waktu muda bernama Narasoma. Ia anak Prabu Mandrapati raja Mandaraka. mempunyai adik perempuan bernama Madrim menikah dengan Pandu berputra kembar, Nakula Sadewa. Istrinya bernama Pujawati (Satyawati) putri Begawan raseksa Pinandita di padepokan Arga Belah. Menjelang berakhirnya Baratayuda raja Salya diangkat menjadi panglima perang Astina. Pengangkatan itu telah menarik perhatian Pandawa mengingat kesaktian raja Mandaraka itu tidak ada tandingannya.

Ia memiliki aji Candra airawa yang dapat menciptakan ribuan raseksa ganas pemangsa manusia. Konon apabila darahnya menciprat benda, maka benda itu akan menjadi raseksa. Dapat dibayangkan apabila banyak darah bercipratan, akan bermunculan pula raseksa-raseksa lain dan arena peperangan lainnya akan dipenuhi oleh makhluk-makhluk pemangsa itu. Menurut Kresna sekalipun Salya sakti tiada tanding gagah tak ada lawan, batinnya lebih menyayangi Pandawa.

Berpihaknya kepada Kurawa karena terjebak kelicikan Sakuni. Padahal semula ia akan membantu Pandawa. Untuke mengetahui rahasia kelekmahannya, diutuslah nakula Sadewa menghadap uwaknya. Demikianlah tatkala nakula Sadewa menghadap Salya, dengan nada sendu si kembar berkata,

Duh, uwak Prabu, kedatangan hamba menghadap paduka, anya untuk menyerahkan jiwa raga hamba berdua. Hamba malu oleh saudara-saudara hamba, apabila balatentara Pandawa dan saudara-saudara hamba akand engan mudah paduka hancurkan. Kesaktian paduka tiada tandingannya. Karena itu hamba berdua ingin didahulukan dibunuh sebelum paduka berhadapan dengan mereka

ujarnya memelas.

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/06/salya-membuka-rahasia-kematiannya.html
Comments
Loading...