Lakon Pewayangan : Sang Begawan Durna Gugur

0 260

Bingung dan gundah rasa Sang Begawan mendengar teriakan bersahut sahutan yang mengabarkan kematian putranya Aswatama. Ia bertanya kesana kemari tentang kebenaran berita itu kepada beberapa prajurit yang ditemuinya.

Heh prajurit, apa benar Aswatama tewas ?

“Benar begitu, ini yang saya dengar !” jawab beberapa prajurit yang ia tanya. Ia berketetapan hati ia akan menanyakan kepada para Pandawa yang dianggapnya dapat berkata jujur. Bertemulah ia dengan Nakula dan Sadewa

Anakku kembar, kamu berdua adalah dua orang yang lugu, cepat katakan, apa benar Aswatama telah tewas ?

“Itu yang saya dengar bapa, bahwa Aswatama telah tewas” keduanya menjawab seadanya. Namun jawaban keduanya yang tak mengurangi rasa penasaran, bahkan makin makin membuat ia bertambah bingung dan tubuhnya menjadi lunglai.

Ah . .  sama saja, bohong ! Kamu berdua memang tidak bisa dipercaya !

Ketus sang Begawan, diputuskannya untuk mencari Puntadewa yang selamanya tak pernah bohong. Melihat gelagat bahwa Pendita Durna hendak mencari tahu atas berita kematian anaknya kepada sepupunya Puntadewa, Kresna mendekati Puntadewa dan mengingatkan.

Adimas Puntadewa, kami hanya mengingatkan kepadamu agar berbuat sesuatu ketika nanti Bagawan Durna datang kepadamu, dan menanyakan tentang keberadaan Aswatama. Perbuatan dan perkataan adinda Prabu nanti bila berhadapan dengan Bapa Pandita, adalah titik dimana Pendawa akan unggul atas Kurawa atau sebaliknya

Kata kata bersayap Kresna.

Source instagram.com instagram.com/p/BT_TsFUBnYo/?hl=id&taken-by=wayangheritage
Comments
Loading...