Lakon Pewayangan : Santanu Gugur (Kematian Santanu)

0 197

Kisah ini menceritakan kematian Bagawan Santanu dan Prabu Citrawirya karena ulah pendeta raksasa bernama Danghyang Anala. Kisah dilanjutkan dengan perkawinan Resi Abyasa dengan kedua janda Prabu Citrawirya, yaitu Dewi Ambika dan Dewi Ambalika, serta pelantikan Resi Abyasa menjadi raja Hastina yang baru, bergelar Prabu Kresna Dwipayana. Prabu Citrawirya kambuh penyakitnya. Prabu Citrawirya di Kerajaan Hastina sedang kambuh penyakitnya.

Memang sejak kecil ia sudah sakit-sakitan, tetapi kali ini keadaannya sangat parah. Tidak ada tabib ataupun dukun yang dapat menyembuhkannya. Sudah belasan hari ia terbaring di tempat tidur, sehingga tidak mampu memimpin jalannya pemerintahan. Hal ini membuat Bagawan Santanu merasa harus meninggalkan Padepokan Talkanda untuk duduk kembali di atas takhta demi mewakili putranya tersebut. Demikianlah, pada suatu hari Bagawan Santanu dihadap para menteri dan punggawa, antara lain Raden Bisma Dewabrata, Patih Basusara, dan Resi Jawalagni.

Ketika sedang membahas masalah pemerintahan dan juga bagaimana mengusahakan pengobatan untuk Prabu Citrawirya, tiba-tiba datang seorang raksasa bernama Patih Suksara yang mengaku diutus rajanya, yaitu Prabu Dawaka dari Kerajaan Ekacakra untuk menyampaikan surat. Bagawan Santanu membaca surat tersebut ternyata berisi permintaan Prabu Dawaka yang ingin menikahi permaisuri Prabu Citrawirya, yaitu Dewi Ambika dan Dewi Ambalika. Permintaan aneh tersebut tentu saja ditolak Bagawan Santanu. Patih Suksara pun mengaku.

Source albumkisahwayang.blogspot.co.id albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/03/santanu-gugur.html
Comments
Loading...