Lakon Pewayangan : Sawitri – Setyawan, Indah Cinta

0 321
Barangkali tidak terlalu salah pendapat sebagian orang bahwa hidup setahun dengan cinta tulus lebih bermakna dari pada seumur hidup bersama dengan orang yang tidak dicintai. Tetapi permasalahannya bukanlah pada hakekat cinta tetapi lebih pada bagaimana kita memaknai kebersamaan dengan orang yang kita cintai itu. Disamping itu, kekuatan cinta ternyata mampu merubah segalanya, bahkan takdir. Sawitri – Satyawan adalah metafora dari keindahan cinta yang kadang terasa berlebian.
Jika ada pendapat cinta bukanlah untuk memiliki maka pendapat itu akan patah ditangan Ki Nartosabdho. Cinta ternyata adalah seberapa besar kemampuan kita membangun rasa saling memiliki. Sekejap tetapi memiliki akan lebih berarti daripada setahun hanya sekedar mengakui. Demikianlah cerita ini mengalir lembut dengan sentuhan romantisme yang menggelagak dibumbui humor yang cerdas dan sehat. Happy ending yang disajikanpun tidak terkesan berlebihan.
Ki Nartosdabdo benar-benar telah memposisikan diri sebagai seorang maestro drama bukan sekadar tukang bercerita. Sejatinya cerita ini juga berangkat dari sempalan epos besar Mahabarata akan tetapi para tokoh yang ditampilkan jarang kita kenal dalam pagelaran wayang purwa pada umunya. Tokoh utama dalam lakon ini adalah nenek buyut Prabu Salya, Raja besar Mandaraka yang ketika mudanya dikenal sebagai Raden Narasoma. Sawitri inilah yang pada generasi berikutnya melahirkan Salya dan Madrim, ibu Nakula dan Sadewa, bungsu Pandhudewanata.
Source instagram.com instagram.com/p/BRagkgVBp_C/?hl=id&taken-by=wayangheritage
Comments
Loading...