Lakon Pewayangan : Sayembara Dewi Durgandini

0 51

Dewi Durgandini yang cantik itu nampak memukul-mukulkan tangannya ke tubuh suaminya. Tapi tangan itu segera meraih pundak sang suami ketika pagutan bibir lelaki tampan itu mendarat di bibirnya pula. Kedua insan itu lantas memainkan peran masing-masing, tak ada celah sedikitpun di antara tubuh Dewi Durgandini yang semampai itu, yang tak terkena belaian jemari Raden Palasara. Dan tentu saja sang dewipun bagaikan terhipnotis, tangannya yang lembut membalas untuk mengimbangi kelakuan nakal suaminya.

Kini suasana hening menyelimuti hutan di tepian sungai yang cukup lebar itu. Hanya suara burung emprit yang sedikit menghiasi suasana pagi yang cerah ini. Sesekali satu dua ekor belalang hinggap di sekitar kanan kiri, namun tak berapa lama terbang lagi seolah-olah malu menyaksikan pemandangan dua anak manusia yang sibuk bercengkrama. Sejenak kemudian Kiai Lurah Semar yang sedang duduk jauh di bawah pohon Randu Kate itu melihat Raden Palasara tengah membopong istrinya pergi menuju perahu di tepi sungai.

Sebagai orang tua yang harus tahu diri, iapun hanya diam sambil sedikit mengamati dari kejauhan. Bibirnya tersenyum teringat pada Batari Kanestren yang sudah cukup lama ia tinggalkan. Nampak sekali oleh orang tua itu momongannya membawa sang istri ke atas perahu, lalu mendayungnya menuju pulau kecil di tengah Sungai Yamuna. 

Source Kompas kompasiana.com/rusrusman522/5c5c3abc677ffb1b2474cb57/wayang-sayembara-durgandini-1
Comments
Loading...