Lakon Pewayangan : Sebagian Rakyat Paranggelung

0 134

Tidak beberapa lama dari peristiwa mukswa-nya Ekalaya dan Anggraeni, para prajurit dan sebagian rakyat Paranggelung sampai di sekitar tugu perbatasan. Mereka meyakini bahwa cahaya kemilau warna-warni yang menakjubkan itu berasal dari tempat ini, tempat raja dan prameswari berhenti. Namun mereka amat kecewa, karena tidak mendapatkan Ekalaya dan Anggraeni. Lalu ke mana perginya sang raja serta permaisurinya? Perlu diketahui bahwa sejak Ekalaya meninggalkan cepuri Keraton diikuti Dewi Anggraeni, Panglima perajurit jaga merasakan firasat yang tidak baik.

Oleh karenanya ia bersama beberapa pasukannya, diam-diam mengawal dari kejauhan. Ketika sang Raja berhenti diperbatasan, Panglima beserta perajuritnya, berhenti pula di kejauhan. Namun tidak beberapa kemudian, mata mereka terbelalak melihat cahaya berwarna kebiru-biruan di atas langit, tempat Ekalaya dan Anggraeni berada. Cahaya tersebut kemudian berubah menjadi kehijau-hijauan, kekuning-kuningan dan jadilah cahaya putih yang terang benderang.

Namun dicahaya putih tersebut mereka tidak melihat Ekalaya dan Anggraeni disambut para bidadari, seperti yang dilihat Harjuna dan Aswatama. Sang Panglima meyakini bahwa di tempat perbatasan inilah, Sang Raja beserta permaisurinya yang amat mereka cintai telah mukswa mencapai nirwana. Ceceran abu yang berserakan ditempat itu dihayati sebagai abu dari jasad sang junjungan yang ditaburkan di bumi Paranggelung. Sebagai ucapan selamat jalan, masing-masing dari mereka, mengoleskan abu itu ke wajah nya.

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/5
Comments
Loading...