Lakon Pewayangan : Sengkuni Gugur, Kulit Terkelupas

0 229

Sengkuni kecewa, karena bertemu Pandu, saat sayembara memperebutkan Dewi Kunti. Saat itu, Sengkuni menyerahkan Dewi Gendari kepada Pandu, dengan harapan agar kakaknya bisa berbahagia bersama Pandu, tetapi ternyata Dewi Gendari justru diberikan kepada Dretarastra. Werkudara sudah merasa capek menghadapi Sengkuni, namun ia kemudian ingat bahwa kulit Sengkuni amat licin, dan peluhnya berbau lenga tala, ini mungkin ada hubungannya waktu Korawa dan Pandawa masih kecil bermain di sumur tua dan menemukan cupu lenga tala milik Abiyasa, kakek para Pandawa yang berisi minyak kesaktian.

Jika tubuhnya dilumuri dengan minyak lenga tala, akan kebal terhadap senjata apapun. Dan saat itu, lenga tala diambil Sengkuni dan dilumurkan keseluruh tubuhnya. Werkudara lalu meraih leher Sengkuni, dihimpitnya leher Sengkuni dengan lengannya kuat-kuat, sehingga leher sengkuni terkecik, dan mulutnya pun membuka lebar kehabisan napas. Werkudara kemudian memasukkan kuku Pancanaka ke dalam mulut Sengkuni karena Sengkuni tidak meminum lenga tala.

Maka dengan mudahnya Werkudara merobek bagian dalam leher Sengkuni sampai menembus jantungna. Namun Sengkuni tetap masih hidup, walaupun sudah luka berat. Kresna kemudian meminta Werkudara untuk segera menuntaskan kematian Sengkuni. Werkudara mengerti bahwa kesaktian Sengkuni dikarenakan Lenga tala yang dioleskan ke sekujur tubuhnya. Werkudara segera membuat kulit Sengkuni agar terkelupas, dan akhirnya Sengkuni pun gugur setelah kulitnya terkelupas.

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/sengkuni-gugur
Comments
Loading...