Lakon Pewayangan : Serangan Dara Wisa (Racun)

0 65

Begitu tiba di Nazareth, langsung menemui Nabi Isa yang kala itu masih berusia muda, tengah membuat tembikar dari tanah liat.

“Salam Baginda Nabi, saya datang kemari memerlukan bantuan Anda.”

“Bantuan? Bantuan seperti apa Tuan Pandita Usmanaji?”

“Baginda Nabi Isa, sepertinya badai pasir ini tak sanggup lagi menahan pasukan Kayangan. Apa yang harus kita lakukan Baginda Nabi?”

Tanpa berkata apa-apa Sang Nabi membentuk segumpal tanah liat yang diambilnya menjadi tiga buah bentuk yang menyerupai tiga ekor burung dara (merpati).

Atas seizin Tuhan, niscaya tiga ekor burung ini dapat membantu kalian

Ajaib! Atas seizin-Nya tiga ekor burung dari tanah liat itu perlahan bergerak dan mengepak-ngepakkan sayapnya, seperti mendapat nafas kehidupan. Pandita Usmanaji yang menyaksikan itu terbengong-bengong seraya tersenyum kagum. Satu-persatu Sang Nabi melepas ketiga ekor burung ajaib itu terbang melayang menuju medan perang. Setelah mendapat izin dari Sang Nabi, Pandita Usmanaji meluncur kembali ke medan perang. Mengikuti tiga burung dara yang terbang lebih dulu.

Source Kompas kompasiana.com/jannuary/5bef8df3bde5751a493d8d04/wayang-saga-series-eps-45
Comments
Loading...