Lakon Pewayangan : Sesaji Raja Suya, Ritual Syukur

0 864

Sesaji Raja Suya, ritual syukur Pandhawa membangun Indraprasta-Amartapura negara baru, membutuhkan 100 raja sahabat sebagai saksi, belum terbentuk koalisi. Berbeda dengan Sesaji Kalaludra, membutuhkan 100 raja sebagai tumbal, Prabu Jarasando telah menawan 97 raja dibantu Prabu Sisupala, masih membutuhkan tambahan kerajaan Mandura, Dwarawati dan Amarta. Prabu Kresna melihat peluang ini, menyusun strategi perang atau Sun Tzu bersama Bima dan Arjuna membunuh Jarasando dan Sisupala, dua Raja besar yang sejarah kelahirannya ajaib.

Dengan membebaskan raja tawanan Prabu Jarasando kebutuhan untuk mengundang 100 raja sebagai saksi tamu Sesaji Raja Suya terpenuhi. Jarasando dilahir oleh dua permaisuri Prabu Wrehatrata, Kahita dan Kawita setelah makan sebuah mangga yang dibelah hadiah Resi Cidakosika untuk mendapat keturunan, terjadi keajaiban lahir bayi masing-masing sebelah, dibuang ke hutan. Diyu Jara menemukan kedua bayi pisah tersebut lalu menggendong keduanya dalam satu pelukan, keajaiban baru terjadi keduanya menyatu menjadi utuh satu tubuh, diberi nama Jara Sando (disatukan Jara).

Kematian Jarasando oleh Bima dengan dibelah tubuhnya dan dibuang berseberangan. Sisupala yang sangat sakti, lahir dengan tangan dan kaki menyerupai tentakel cumi-cumi dan berlendir, menjadi normal ketika digendong Kresna (Narayana), penyebab kematiannya. Kresna berjanji tidak akan membunuh Sisupala bila tidak menghinanya didepan lebih dari 100 raja, Sisupala melanggar saat upacara Sesaji Raja Suya, gugur terkena senjata Cakra.

Source Wayangku Hangudi Becik Sejatine Becik
Comments
Loading...