Lakon Pewayangan : Subali Gugur, Roboh Terpanah

0 173

Rama mencari Sinta, mereka menemukan Jatayu yang sedang sekarat. Jatayu kemudian memberitahukan bahwa Dewi Sinta diculik Dasamuka dan dibawa ke Alengka. Setelah itu Jatayu menemui ajalnya, Rama dan Laksmana melakukan upacara pembakaran jenazah selayaknya. Rama dan Laksmana kemudian melanjutkan perjalanannya. Mereka kemudian bertemu dengan Sugriwa yang sedang terjepit di dahan. Sugriwa kemudian ditolong dan mereka kemudian saling menceritakan permasalahan mereka masing-masing.

Sebagai tanda terimakasih, Sugriwa pun sanggup untuk membantu Rama untuk membebaskan Dewi Sinta. Sementara dengan bantuan Rama, Sugriwa kemudian menantang Subali. Pertarungan antara kakak dan adik itu pun kembali berlangsung sengit. Namun Sugriwa kalah lagi. Rama kemudian menyuruh Sugriwa untuk mengalungkan janur kuning di lehernya. Saat Subali dan Sugriwa kembali berperang tanding, Rama pun muncul dan melepaskan panahnya ke dada Subali, Subali roboh.

Saat Sekarat, Subali menghina Rama sebagai ksatria pengecut yang tidak tahu dharma. Rama kemudian menjelaskan bahwa Subali sebenarnya telah berdosa, karena apabila ia masih suci, panah sakti milik Rama tidak akan mampu menembus kulitnya, bahkan senjata tersebut akan berbalik menyerang Rama. Setelah mendengar penjelasan dari Rama, Subali menyadari dosa-dosa dan kesalahannya kepada Sugriwa. Sebelum ajal Subali meminta maaf dan meminta agar Sugriwa merawat putranya yang bernama Anggada dengan baik. Subali juga merestui Sugriwa menjadi raja Kiskenda.

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/subali-gugur
Comments
Loading...