Lakon Pewayangan : Sumantri Gugur (Patih Suwanda Gugur)

0 172

Putra Resi WisrawaMerasa kewalahan menghadapi patih Suwanda, Rahwana bertiwikrama, tubuhnya berubah menjadi raksasa sebesar bukit, berkepala sepuluh dan bertangan dua puluh. Tiwikrama Rahwana tidak membuat Patih Suwanda takut. Dengan cepat, Patih Suwanda melepaskan senjata Cakra, yang begitu melesat langsung menebas putus kesepuluh kepala Rahwana. Kepala Rahwana jatuh bergelimpangan di tanah , namun dalam sekejap menyatu kembali pada badannya.

Patih Suwanda mulai kehilangan akal untuk menghadapi kesaktian Rahwana. Sementara itu, arwah Sukrasana, adik Patih Suwanda , masih bergentayangan di Sorgamaya melihat pertempuran tersebut. Ia pun berkesimpulan, bahwa inilah saat yang tepat untuk membalas dendam pada kakaknya, dan sekaligus memenuhi janjinya untuk bersama-sama arwah kakaknya, Sumantri (Patih Suwanda) pergi ke Sorgaloka. Arwah Sukrasana pun kemudian menyatu dalam taring Rahwana.

Perang tanding antara Rahwana dan patih Suwanda kembali berlangsung. Kali ini Patih Suwanda sudah bertekad untuk mencingcang habis kepala Rahwana. Setelah ia berhasil membabat kepala Rahwana dengan senjata cakra, ia langsung memungut kepala Rahwana. Namun secara tak terduga, tubuh Rahwana kembali berkat kesaktian Aji Rawarontek. Begitu kepala Rahwana menggeliat dan membuka mata, karena pengaruh arwah Sukrasana, tangan Rahwana langsung mengangkat tubuh patih Suwanda dan menggigit lehernya hingga putus. Saat itu juga Patih Suwanda gugur dan arwahnya berdampingan dengan arwah Sukrasana, adiknya terbang menuju Sorgaloka.

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/06/sumantri-gugur.html
Comments
Loading...