Lakon Pewayangan : Sumpah Wayang Durgandini

0 64

Kudekap anak kecilku yang belum lama lahir. Kuusap rambutnya, kupandangi wajahnya dan kupeluk tubuhnya. Sementara suamiku Palasara mondar-mandir tak menentu. Aku tahu, sebijaksana apapun dia tetap tergoncang dengan keadaan ini. Belum lama kami menikmati jalinan kasih dan belum puas kami merajut mahligai kebahagiaan. Telah datang cobaan yang mungkin tak kalah dasyatnya nanti. Semua itu gara-gara satu orang yang paling biadab. Ialah Kau yang bernama Prabu Santanu.

Kau yang datang dengan segala kesombongan. Apa kau kira aku takjub dengan kedudukanmu sebagai raja Astina. Ingat, akupun juga seorang putri raja bahkan tak kalah kebesarannya. Kalau aku sekarang ada di hutan Gajahoya ini karena cintaku kepada suami dan anak kecilku. Kau memang jahat Santanu, kau datang merengek-rengek minta tolong pada kami. Hanya karena iba, kang Mas Palasara memintaku untuk mencoba menyusui bayimu. Namun, dasar anak tak tahu diri, bayi Dewabrata tak mau berhenti, mengalahkan si Kresna Dwipayana anakku sendiri.

Dan lantas di mana pikiranmu hai raja yang tak tahu diri? Bukannya engkau berterima kasih. Kau malah berani mengusir suami dan anakku, bahkan mau menikahiku, he !? Memangnya kau anggap apa aku ini? Begitu gampangnya mau menikahi Dewi Durgandini. Apa yang kau andalkan mau menikahiku? Bagiku kau tak ada bandingnya sama sekali dengan suamiku.

Source Kompas kompasiana.com/rusrusman522/5c5fa46a6ddcae3492033d83/wayang-sumpah-dewi-durgandini
Comments
Loading...