Lakon Pewayangan : Supit Urang, Formasi Perang

0 297

Disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa lagi yang lain seperti :

* Jaladri Pasang : samudra yang sedang pasang dengan ombak yang mengamuk
* Emprit Neba : serombongan burung emprit yang menyerbu tanaman di sawah, merusak dan meluluh lantakan padi yang tengah menguning.
* Dll

Siasat Perang Supit Urang. Bayangkan bila seekor udang tengah mempertahankan diri atau menyerang dengan merentangkan sapitnya untuk mematikan lawan. Sang udang akan menggunakan sapitnya untuk menyerang musuh yang mendekatinya. Contoh formasi ini yang digunakan oleh Pandawa beserta para satrianya :

* Drustajumna : Ujung sepit kanan
* Gatotkaca : ujung sepit kiri
* Setyaki : mulut
* Prabu Darmaputra (bersama raja pembantu) : kepala
* Abimanyu : sungut

Supit Urang atau Capit Urang. Formasi perang ini berbentuk mirip udang dengan capit siap menerkam. Pada barisan Kurawa, Basukarna menempati posisi kepala, Patih Sengkuni di ujung capit kiri dan Kartamarma di ujung capit kanan sebagai pelaksana serangan dengan sasaran menjepit pasukan musuh. Duryudana menempati posisi tubuh udang sebagai pengatur serangan. Dibagian ekor udang ditempatkan Burisrawa, putra Prabu Salya. Para  barisan Pandawa, ketika menggelar formasi Supit Urang, Abimanyu menempati posisi kepala udang sebagai pendobrak barisan musuh, Drestajumena di capit kanan, Gatotkaca di capit kiri, selaku pelaksana serangan dengan sasaran menjepit barisan musuh. Setyaki, Yudhistira, Nakula dan Sadewa berada di bagian tubuh udang dan berfungsi sebagai pengatur serangan.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...