Lakon Pewayangan : Suryaputra Maling, Pernikahan

0 37

Kisah ini menceritakan pernikahan Raden Suryaputra Radeya dengan Dewi Srutikanti. Juga dikisahkan bagaimana Raden Suryaputra menumpas pemberontakan Adipati Kalakarna. Atas jasanya, ia pun diangkat menjadi adipati di Awangga, bergelar Adipati Karna Basusena. Kadipaten Petapralaya diserbu pasukan Awangga. Kadipaten Petapralaya awalnya hanya sebuah desa di pinggiran Kerajaan Hastina yang penduduknya rata-rata bekerja sebagai kusir dan pembuat kereta.

Kepala desa ini bernama Kyai Adirata, yang menjadi kusir pribadi Prabu Dretarastra. Kereta-kereta buatan penduduk Petapralaya banyak digunakan para bangsawan dan pejabat kerajaan, baik itu kereta untuk perang maupun kereta pelesiran. Tidak hanya itu, kereta-kereta tersebut juga banyak dijual sampai ke mancanegara. Putra sulung Kyai Adirata yang bernama Radeya ternyata tidak menyukai pekerjaan sebagai kusir, tetapi lebih suka belajar ilmu perang.

Ia pergi bertapa dan mendapatkan berbagai ilmu kesaktian dari Batara Ramaparasu. Ketika kembali ke Kerajaan Hastina, ternyata saat itu sedang diadakan pertandingan antara para Kurawa dan Pandawa setelah mereka menempuh pendidikan dari Danghyang Druna di Padepokan Sokalima. Dalam puncak pertandingan tersebut, Danghyang Druna mengumumkan bahwa Raden Permadi (Arjuna) adalah murid terbaiknya, bahkan Raden Permadi disebut-sebut sebagai pemanah terbaik di dunia. Saat itulah Radeya muncul di antara para penonton dan menantang Raden Permadi bertanding adu panah untuk membuktikan pujian Danghyang Druna. Radeya memperkenalkan dirinya.

Source albumkisahwayang.blogspot.co.id albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/11/suryaputra-maling.html
Comments
Loading...