Lakon Pewayangan : Sutradara Konkretkan Lakon

0 49

Usaha sutradara mengkongkretkan gagasan dari ide cerita atau lakon melalui wujud artistik.

Setelah pemaparan cerita, sutradara melakukan pengestingan tokoh dengan cara;

1) Ketika anggota komunitas sudah ada yang cocok untuk mewakili salah satu dari tokoh Wayang dengan lakon tersebut maka langsung saja sutradara mengkestinya, contoh Dodik Bomantoro merupakan anggota dari komunitas, beliau sudah terbiasa dengan kesting Gatotkaca serta bentuk tubunya mewakili dari tokoh tesebut dan akhirnya sutradara menyatakan bahwa pemaran tokoh Gatotkaca ialah Dodik Bomantoro.

2) Ketika anggota komunitas belum ada yang mewakili dari suatu tokoh, sutradara berusaha mencarinya. Mengingat komunitas ini sangat banyak anggota dan jaringannya akhirnya sutradara mumutuskan untuk meminta bantuan para pemuda Wayang Orang Barata Jakarta dan Komunitas Wayang Orang Yogyakarta, contohnya Doni merupakan pemuda yang aktif di dunia Wayang asal Yogaykarta sebagai Samba. Untuk memarnai cerita “Ngabar Sawung Suroloyo” dibutuhkan komedian yang pandai lawakan. Hal ini dibutuhkan karena dalam cerita diperbanyak porsi humornya akhirnya sutradara memutus Pak Gandis Asal Jakarta menjadi Gareng. Mengingat Pak Gandis merupakan pemain lawak yang pandai dalam membuat humor.

Pada tanggal 25 Maret 2017 Sutradara menekankan pada semua anggota komunitas untuk memperhatikan tokoh-tokoh yang ada dalam lakon “Rebut Kikis Tunggorono”. Setelah melihat pementasan dari Wayang Orang THR para pemain dan penata tari yang tergabung pada pertunjukan.

Source Portal journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/download/2185/1287
Comments
Loading...