Lakon Pewayangan : Tiwikrama Sri Kresna Gempar

0 112

Meskipun aslinya adalah Manifestasi dari Batara Wisnu, sebenarnya Sri Kresna sendiri mempunyai sifat yang sabar, ramah, adil dan bijaksana. Tapi, entahlah jika Ia sudah tidak bisa menahan amarah lagi, lalu melakukan Tiwikrama. Akan hancurkah, bumi, khayangan dan seisinya…?

Adu argumentasi terjadi didalam Istana Negara Hastinapura, debat kusir yang berkepanjangan sungguh memuakkan banyak khalayak ramai. Presiden Duryodana betul-betul kepala batu. Sudah jelas, Sri Kresna datang sebagai utusan yang membawa mandat dari PWW (Persatuan Wayang-Wayang). Padahal menurut hemat Ketua Majelis Perwayangan, Resi Bisma, dan Ketua Dewan Perwakilan Wayang, Arya Widura. Tindakan yang dilakukan oleh Presiden Duryodana sangatlah salah dan menyalahi aturan.

Bahkan Arya Widura, yang masih terhitung paman Duryodana, sempat membentaknya karena tidak mengindahkan nasehat dari Resi Bisma. “Duryodana, perkataanmu sungguh keterlaluan, dan bukan tindakan seorang Presiden yang sangat menyayangi rakyat! Saya sebagai Paman tidak merestui sama sekali…” Tapi ditanggapi dengan dingin, oleh Duryodana. “Maaf, Paman. Sekalipun Anda masih terhitung sebagai Keluarga, dan merupakan angkatan yang lebih tua dari Saya, tetapi sekali lagi maaf.

Dalam Pemerintahan Negara Hastinapura, Sayalah yang Berkuasa. Berkuasa segala-galanya, meliputi Darat dan Laut serta Udara. Dan Posisi saya jauh lebih tinggi daripada Paman yang hanya ketua Dewan Perwakilan Wayang, serta Kakek Bisma, yang posisinya sebagai Ketua.

Source Kompas kompasiana.com/roelly87/550098dba33311a87251188b/seri-wayang-i-tiwikrama-sri-kresna-yang-menggemparkan-alam-semesta?page=all
Comments
Loading...