Lakon Pewayangan : Togog Tejamantri Sowan Semar

0 145

Togog terbang ke Seoul — sarung warna birunya dengan motif wajik semprul petak-petak, berkibar.Sabuk abang Jampang dengan disispi golog Cimande dan sebilah kerisdi punggungnya — kyai Sengkelat berintik Wos utah. Gelang welut calumpringan dengan cincin di jari tangan kiri-kanan. Cincin bentuk Bintang redup ketutup asap.Mewah ! Sebagai punakawan yang dekat dengan Elite partai — Togog juga mendapat sarung seragam biru, untuk dipakai Lebaran ini.

Walaupun ia sedikit malu-malu kucing untuk memakainya nanti — habis orang yang bersih dan yang terindikasi koruptor dan suap plus money-politics semua sama memakai sarung biru. Sedikit malu-malu timid.Timid adalah malunya gajah atau kerbau. Titik malunya di biji matanya, kepala tertunduk tetapi mata mendelik di sudut atas — tergolong matatholongan. Mendelik. Sementara Semar yang sudah sejak 1993 mengabdi di Elite Korea — Semar senang dengan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, dan demokratisasi dan Sistem penegakkan hukum yang mantap di sana.

Tampak Semar dalam pakaian kimono dinasti Yi — dengan motif dan dasar merah menyala. Ada nuansa kuning pada motif bunga yang ornamental. Keseharian Semar di Seoul — di masa Dinasti Yiibukota ini disebut Hanyang,Semar sedang mendalami Konfusiusme yang menjadi akarbirokrasi selama Dinasti Yi.

Source kompasiana.com kompasiana.com/mw.arif/55090d668133116d1cb1e40a/togog-tejamantri-sowan-kang-lurah-semar-wayang-kontemporer-17
Comments
Loading...