Lakon Pewayangan : Wahyu Manik Imandaya (Kayu)

0 240

Boma Narakasura menghadap raja Kresna, memberitahu bahwa rakyat Trajutrisna terserang wabah penyakit. Rakyat biasa bebas dari wabah bila diperoleh Wahyu Manik Imandaya dan Getah Kumalasari. Kresna berkata, bahwa wahyu telah diminta oleh Pandawa. Tetapi Kresna menyarankan agar Boma Narakasura mencari ke Guwa Kori Sanga, yang dikuasai oleh Begawan Sukmaningrat. Boma Narakasura berangkat, ditemani Samba. Raja Puntadewa berunding dengan Werkudara hal mencari wahyu.

Raja menganjurkan Sadewa yang mewakilinya. Sadewa bersama Gatotkaca pergi mencari wahyu, dikawal oleh Punakawan. Begawan Durna menghadap Hyang Pramuni di Pasetran gandamayit. Durna berkata, bahwa kedatangannya ingin memperoleh wahyu. Permintaan itu diterima, Durna disuruh mencari dengan bantuan prajurit raksasa yang dipimpin oleh Hyang Jaramaya. Perjalanan mereka bertemu Gatotkaca. Mereka berebut untuk memperoleh wahyu lebih dahulu.

Terjadilah perang. Durna dan prajurit raksasa melarikan diri. Sadewa datang di Karangbolotan, dan mengajak para Punakawan pergi mencari wahyu. Dikawal oleh Punakawan. Ditengah hutan Tukparibelis dihadang oleh raksasa, terjadilah perang. Raksasa dipanah, seketika menjadi Batara Kamajaya dan Dewi Ratih. Kamajaya memberitahu tempat wahyu kepada Sadewa. Boma Narakasura dan Samba menghadap Begawan Sukmaningrat di Guwa Kori Sanga. Sang Begawan akan memberikan wahyu bila Boma Narakasura bisa menerangkan makna Wahyu Kayu Manik Imandaya, dan sebab wahyu itu dikuasai Begawan Sukmaningrat. Boma Narakasura tidak dapat menerangkan.

Source Wayangku Blogku Super Wow
Comments
Loading...