Lakon Pewayangan : Wahyu Tunggul Manik, Tentram Mulia

0 270

Lakon wayang kulit

Wahyu Tunggul Manik


Dikisahkan, di negara Amarta Raja Puntadewa bingung karena Jamus Kalimasada hilang. Wabah pagebluk melanda negeri. Dalam upaya mendapatkan petunjuk Dewa, Puntadewa melakukan samadi di Gunung Tidar. Namun Raja Astina, Duryudana, yang tahu hal ini malah curiga, dikiranya Puntadewa hendak menerima wahyu Tunggul Manik. Bersama dengan pasukannya, Duryudono menyerang para pandawa di Amarta.

Sementara itu, Jamus Kalimasada berubah menjadi sosok raksasa yang menjajah negara Amarta. Puntadewa pun dibuatnya terpental. Atas petunjuk Semar, Puntodewa diminta pasrah pati. Maka Jamus Kalimasada berubah kembali ke ujud aslinya dan Puntadewa mendapatkan wahyu Tunggul Manik, yaitu anugerah perihal ketenteraman dan kemuliaan. 

Pergelaran wayang kulit kali ini berlangsung sangat meriah. Halaman Taman Budaya Jatim penuh sesak oleh pengunjung hingga tidur-tiduran di serambi Ruang Sawunggaling. Para pengemudi  becak pun berjajar dengan becaknya asyik menonton. Memang sudah lama tidak ada pentas wayang kulit di Taman Budaya, setelah pergelaran Ki Pringgo Jati bulan November tahun lalu. Lahir di Blitar 5 Oktober 1988, Hendri sudah mulai mendalang sejak kelas 5 SD.

Maklum, ayahnya adalah seorang dalang juga, Ki Wiji Wondowardoyo, yang sekarang menjadi dalang ruwat. Ketika masih sekolah di SMKI Surakarta, Hendri mewakili Jawa Tengah menyabet juara sabet terbaik dalam FLS2N di Bandung tahun 2008. Dalam ajang Festival Dalang.

Source brangwetan.com brangwetan.com/2018/01/28/gelar-perdana-di-taman-budaya-jatim-wahyu-tunggul-manik-hakekat-kepasrahan
Comments
Loading...