Lakon Pewayangan : Wayang dan Kekuasaan Jawa

0 202

Cerita dalam pewayangan sering dikaitkan dengan kekuasaan terutama kekuasaan Jawa. Tokoh di dalamnya menggambarkan kepribadian yang dapat dicontoh untuk Akumulasi kekuasaan sesungguhnya

Umumnya masyarakat Indonesia mengenal wayang sebagai hiburan, beberapa tokoh dalam dunia pewayanganpun menjadi sebuah daya tarik untuk diterjemaahkan kedalam kehidupan sehari-hari bahkan lebih jauhnya lagi dalam kekuasaan. Sebagian para intelektual menganggap bahwa wayang mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah sejarah bangsa. Wayang sendiri ada dua versi, versi raja dan versi rakyat. Versi raja selalu digambarkan dengan keindahan dan kebenaran selalu ada pada raja sementara versi rakyat dibalik semuanya, raja bisa dicaci maki Punakawan bahkan Gareng bisa jadi raja.

Adalah Sunan Kalijaga yang memakai wayang sebagai penyebaran agama Islam, namun perkembangan wayang sendiri tidak hanya sampai disitu, seni gerak tangan yang menampilkan cerita-cerita kerajaan ini diyakini telah mempengaruhi psikologi masyarakat jawa dalam kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarah kepemimpinan bangsa, Soekarno presiden pertama RI ini, aktif berperan sebagai tokoh pewayangan. Kadang ia menjadi Bima, Gatot Katja atau Arjuna. Kusno, mencoba untuk menerjemaahkan situasi politik saat itu kepada masyarakat terutama masyarakat Jawa dengan memerankan salah satu tokoh pewayangan. Sang proklamator itu, menggunakan falsafah dalam peran pewayangan sehingga rakyat pada saat itu percaya bahwa Soekarno adalah perwakilan mereka, Soekarno diposisikan sebagai pandhito sekaligus brahmanin.

Source Kompas kompasiana.com/juliusrangga/55001bfea333118d7350f9f4/wayang-dan-kekuasaan#
Comments
Loading...