Lakon Pewayangan : Wiratha (Para Pemberontak Wiratha)

0 158

Selama Pandawa mengasingkan diri di Wirata, terdapat peristiwa mencekam, dimana putra angkat Begawan Palasara, mengadakan pemberontakan untuk menggulingkan kekuasaan Prabu Matswapati. Namun tidak dengan peperangan, melainkan dengan adu jago. Jago dari kanoman, Rajamala melawan jago dari pihak Matswapati Jagal Abilawa, yaitu Werkudara yang sedang menyamar. Werkudara dapat mengakhiri ambisi Kicakarupa dan saudara saudaranya.

Yaitu dengan tewasnya Rajamala, Kicakarupa dan Rupakica. Tanpa disadari oleh Pandawa, bahwa mereka sebenarnya ada tali persaudaraan, mengingat Palasara adalah ayah Kakek Abiyasa, jadi Kicakarupa, Rupakica dan Rajamala termasuk para kakeknya Pandawa, seperti halnya dengan kakek Abiyasa. Setatama saudara Kicakarupa diangkat menjadi patih Wirata oleh Prabu Matswapati, mengganti jabatan yang ditinggalkan Kicakarupa.  Namun Setatama belapati membela saudara saudaranya.

Setatama tewas oleh Jagal Abilawa. Demikian pula Gandawana, saudaranya yang lain tewas  melawan Jagal Abilawa. Setatama beristri dewi Kandini, dan  berputera Arya Nirbita. Prabu Matswapati tanpa mempertimbangkan pengabdian Setatama, ayah Nirbita, yang kurang baik, mengangkat Arya Nirbita puteranya, menggantikan ayahnya Setatama. Arya Nirbita beristri dewi Kuwari anak Resi Kidang Talun dari Gajahoya.Dari Dewi Kuwari, Nirbita mendapat seorang anak bernama Arya Kawakwa.

Dalam perang Baratayuda Patih Nirbita yang memimpin pasukan Wirata, tewas ketika melawan Prabu Salya. Peristiwa terbunuhnya Kicakarupa, Rupakica dan Rajamala, menyebabkan sekutunya, Prabu Susarma bersama Astina menyerang Wirata.

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...