Lembaga Wayang : Wayang Orang (WO) Kautaman

0 146

Wayang Kautaman yang menggarap WO dalam setiap pagelaran. Mereka membutuhkan waktu satu tahun untuk satu produksi karya yang akan dipentaskan. Seperti halnya yang digelar Yayasan Wayang Kautaman bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia(ISI) Solo, saat menggelar WO di ruang Teater Besar ISI, Jumat malam lalu. Mengusung lakon Sotya Gandhewa, pentas yang melibatkan penari dan pengrawit alumni ISI dan pemain WO Sriwedari dan RRI Solo, tampil beda pada sanggit(gesanging anggit) garap.

Kami mencoba menggarap wayang orang lewat proses panjang dengan memperhitungkan berbagai unsur-unsur yang terkait pada sebuah garapan tradisional namun mencoba menuju kekinian

kata sutradara sekaligus penulis naskah, Nanang HP. Menurutnya, proses itu menjadi panjang ketika harus memperhitungkan segala aspek pementasan mulai dari garap tari, busana, tata lampu maupun iringan karawitan untuk tampil tradisional namun tetap bisa dinikmati masyarakat kekinian.

Kami memang lebih mengutamakan proses sebagai persiapan produksi Wayang Kautaman, meski itu terasa lama sekitar satu tahun

tambahnya. Lakon Sotya Gandhewa mencoba mengungkap perjalanan hidup seorang Bambang Kumboyono sejak masih muda sampai dengan masa tuanya menjadi begawan yang dikenal sebagai Durna. Dilema dialami Durna ketika menjadi guru sejumlah kesatria dari dua kubu yang berlawanan yaitu Hastina dan Pandawa. Apalagi muncul seorang kesatria, Ekalaya yang mengaku menjadi murid Durna. Namun begawan yang mengabdi.

Source suaramerdeka.com suaramerdeka.com/smcetak/baca/40191/wayang-kautaman-wayang-orang-berproses
Comments
Loading...