Literatur Pewayangan : Arjuna Wiwaha, I Umar Suparno

0 160

Judul : Arjuna Wiwaha
Penulis : I. Umar Suparno
Penerbit : Balai Pustaka
Cetakan Pertama 1991
Tebal : 135 Halaman
Buku Bekas

Arjuna Wiwaha berarti “Pernikahan Arjuna”. Syair epis ini ditulis oleh Mpu Kanwa yang menurut dugaan, hidup pada zamannya Raja Airlangga, raja di Jawa Timur sekitar th. 1019-1042. Airlangga merupakan seorang raja yang tersohor yang merencanakan peperangan. Untuk mempersiapkan diri secara mental ia mengundurkan diri dari masyarakat dan bertapa. Kemudian hari dia kembali dari pertapaannya dan mengabdikan diri kepada kesejahteraan kerajaannya.
Umum berpendapat, bahwa Mpu Kanwa mempersembahkan karyanya kepada raja Airlangga. Untuk menghormati raja itu ia melukiskan kekuasaannya dgn mengambil arjuna sebagai contoh. Hal ihwal Arjuna mencerminkan kehidupan Airlangga. Sebetulnya Arjuna itu salah satu tokoh dari Maha Bharata. Di situlah di ceritakan, bagaimana Arjuna menjalankan tapa brata di salah satu bukit di pegunungan Himalaya dgn maksud untuk memperoleh kesaktian lalu memerangi para gandarwa.
Dalam kakawin pun kita berjumpa dgn seorang pangeran Arjuna yang menjalankan tapa brata. Tetapi yg menarik perhatian disini ialah tujuannya yang lebih bersifat manusiawi. Tujuan tapa brata Arjuna Wiwaha bukanlah untuk menaklukkan kekuasaan jahat daripada Gandarwa, melainkan memberikan bantuan kepada keluarga yg di cintainya, agar mereka dapat menaklukkan dunia. Serat Arjuna Wiwaha terdiri atas tiga bagian:
1. Tapa brata Arjuna
2. Peperangan dgn Gandarwa
3. Hadiah.
Source arsipbudayanusantara.blogspot.com arsipbudayanusantara.blogspot.com/2014/08/memahami-cerita-serat-arjuna-wiwaha.html
Comments
Loading...