Literatur Pewayangan : Bandung 1953, Inovasi Wayang

0 24

Pada 1953 seni pertunjukan tradisional membuat inovasi penting. Tema yang diangkat tidak lagi cerita tradisional, tetapi juga cerita yang terinspirasi perkembangan yang terjadi pasca kemerdekaan maupun esensi seni pertunjukan tradisional itu sendiri. Pada 8 Februari 1953 warga kota Bandung di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan di Jalan Naripan No.1 pukul 8 dihibur oleh penampilan Reog Budhaya dari Tasikmalaya dipimpin Ií Tabií. Para penonton membayar karcis antara Rp 3 hingga Rp 5.

Pertunjukan Reog Budhaya ini juga diadakan di Gedung Concordia, 1 Maret 1953 jam 7.30 malam.Pertunjukkan dalam rangka mengumpulkan dana bagi korban banjir ini mengambil cerita Menak BuhunKonperensi Dunia dan Radja Namrud.Harga karcisnya Rp3 untuk Kelas III, Rp5 untuk kelas II, kelas I Rp7,50 dan Kelas Istimewa Rp 15. Inovasi yang menakjubkan terjadi pada pertunjukkan wayang golek. Para penggemar wajang golek pada Kamis 12 Februari 1953 bertempat di gedung CHCH Cimahi menikmati pertunjukkan dalang Partasuanda.

Dalang ini menawarkan suatu pertunjukkan sandiwara golek yang mengagumkan. Cara dekor mengagumkan. Dengan mengambil cerita Cepot Rarabi,wayang golek modern digelar guna membangunanBalai Desa Cimahi dibuka kemarin malam oleh panitia sosial dan Camat sumantri.

Source Kompas kompasiana.com/jurnalgemini/5517abbca333114e07b6604c/bandung-1953-inovasi-wayang-golek-dan-serbuan-film-musikal-hollywood
Comments
Loading...