Literatur Pewayangan : Bima Suci (R. Tanaya, 1979)

0 176

Buku ini ditulis dalam bahasa Jawa. Buku ini bercerita mengenai tokoh wayang Bima yang bertemu dengan Dewa Ruci. Setelah beremu dengan Dewa Ruci, Bima tercerahkan batinnya. Bimasuci. Semakin hari semakin banyak rakyat Astina yang berguru pada pendeta tersebut. Hal ini dipandang Duryudana akan mengurangi kewibawaan bahkan bisa dianggap merongrong kedudukannya. Kekawatiran ini didukung Sengkuni yang selanjutnya menyalahkan Pandita Drona.

Karena sudah bisa diketahui bahwa Begawan Bimasuci tidak lain adalah Werkudara yang merupakan murid Drona. Kenapa Drona yang bersedia mencelakakan Bima tapi justru sebaliknya, Bima telah berhasil mendapatkan ilmu kasampurnan dan setelah itu tidak langsung kembali ke Amarta tapi justru mendirikan pertapaan di wilayah Astina. Semua tuduhan Duryudana maupun Sengkuni dibantah oleh Drona, bahwa keberhasilan Bima mendapatkan ilmu kasampurna adalah berkat ketekunan dan ketabahan Bima dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan hal ini lain dengan Kurawa.

Sedang kenapa Bima tidak langsung kembali ke Amarta dan justru mendirikan pertapaan di wilayah Astina ini merupakan strateginya, satu sisi ini justru menguntungkan Astina karena Bima berperan ikut mendidik dan membina moral rakyat Astina disisi lain untuk meringkihkan negara Amarta. Karena kekuatan Pandawa terletak pada Bima, tidak berada.

Source books.google.co.id books.google.co.id/books/about/Bima_Suci.html?id=Vq0OAAAAMAAJ&redir_esc=y
Comments
Loading...