Literatur Pewayangan : Cerpen | Mirip Wayangan INA

0 58

Kala Semar tak lagi peduli maka Pandawa akan runtuh bagai rumah rayap. Itu sebabnya Begawan Ismaya memilih jadi Semar. Hanya dia mampu menyelamatkan Pandawa dari rong-rongan begundal durjana para pencuri pangan rakyat. Para dewa takluk pada kehendak Semar. Cinta bagi Semar Badranaya bukan cuma oral di langit lalu menulis slogan seakan setia pada pemerintahan Pandawa, sekadar muslihat kenduri siluman manipulator koruptor menyiasati, mencuri sedikit demi sedikit anggaran bantuan sosial milik kemaslahatan hajat hidup rakyat Pandawa. Gareng protes.

Romo apa bedanya badai dan api. Kalau para durjana masih menyelinap xoxoxo… Lantas everything seakan its oke

Petruk protes.

Romo apa kalau mendadak ketangkep tangan baru rame di sosmed… Lah pripun, its not good Romo. Harusnya kan bisa terdeteksi sejak dini, mana pencuri mana bukan…

Bagong setengah protes.

Lah itu loh Roma. Sebab saya risau dan ogah cari pacar. Pripun kalau pacar saya juga di korupsi. Jam temu cinta dibatasi, semisal, kan repot toh Roma? Ya toh…

Semar tidak menjawab. Hanya menghela nafas panjang sekali.

Kalian itu anak-anak Romo. Jangan cuma protes A sampai dengan Z. Beri contoh, keteladanan secara tegas. Ini baik ini tidak. Ora mung ngoceh. Jadilah teladan tularkan pada sesama

Source kompasiana.com kompasiana.com/gong_2017/593d95e80e53ac0f3f234ee2/cerpen-mirip-wayangan
Comments
Loading...