Literatur Pewayangan : Hikayat Maharaja Garebag Jagat

0 176

Judul : Hikayat Maharaja Garebag Jagat
Penulis: Nikmah Sunardjo
Penerbit : Balai Pustaka

Hikayat Maharaja Garebag Jagad selesai ditulis oleh Muhammad Bakri bin Syofyan bin Usman Fadli, Kampung Pecenongan Langgar Tinggi Betawi pada 19 November 1982, dan kemudian masuk menjadi kolesksi Museum Pusat (sekarang Museum Nasional)  pada tahun 1900. Isinya adalah cerita wayang gaya Betawi. Penerbitannya sebagai buku telah melalui penyuntingan yang cermat, disertai tinjauan tema dan amanat cerita serta fungsi panakawan didalamnya yang dikerjakan oleh Nikmah Sunardjo.

Bagian-bagian yang berupa tinjauan itulah yang paling menarik dari penyajian telaah ini. Semar mempunyai tiga orang anak yaitu Garubug, Nala Gareng, dan Petruk alias Anggaliak. Si Garubug itulah yang dalam cerita ini menjadi seorang maharaja, bergelar Maharaja  Garebag Jagad, yang bermaksud menguasai Suralaya dan mengalahkan dewa-dewa tertinggi. Akan tetapi karena Semar tidak memihak kepadanya, maka akhirnyan tumbanglah kekuasaan dan kekuatan Maharaja Garebag Jagad alias Garubug alias Bagong.

Disini tercermin bahwa punakawan sesungguhnya bukan sekedar abdi atau pesuruh. Mereka justru memiliki kelebihan dari para ksatria. Mereka bukan sekedar pengiring, melainkan juga penghibur, dan sekaligus pelindung di kala majikannya sudah tidak mampu menghadapi suatu persoalan nyang berat.

Source bukusosial.blogspot.co.id bukusosial.blogspot.co.id/2014/01/hikayat-maharaja-garebag-jagad.html
Comments
Loading...