Literatur Pewayangan : Pameran Seni Rupa Wayang

0 166

Pameran Seni Rupa Wayang Indonesia
Penulis : Bambang Hasrinuksmo
Penerbit : Pekan Wayang Indonesia 1993
Tebal : 114
Buku Bekas

Wayang sebagai produk budaya bangsa Indonesia yang paripurna, adalah aset nasional yang diakui keberadaannya oleh dunia internasional. UNESCO, bidang kebudayaan PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan boneka (Shadow Puppet) tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Menurut lr. Sri Mulyono Djojosupadmo, 1975, wayang mengalami perubahan-perubahan dari sejak awal lahirnya secara berangsur selama kurun waktu 5 abad.

Hal ini dimungkinkan karena ‘hadir’nya seniman dan pujangga besar yang penuh dedikasi dan tersedianya dana dan dukungan yang cukup baik dari penguasa maupun masyarakat. Masa ‘survival’ yang cukup panjang ini menunjukan bahwa wayang, pada waktu itu telah mampu menginspirasi banyak orang di banyak kalangan. Seniman yang dimaksud di atas tentunya adalah seniman wayang (Dalang, Pesungging, dan lain-lainnya). Konggres wayang sudah berkali diselenggarakan.

Cukup banyak para ahli, pemerhati, dan masya-rakat wayang yang hadir. Banyak sudah problem budaya yang menyangkut wayang dipecahkan dan disepakati bersama. Lalu bagaimana dengan seniman yang ‘bukan seniman wayang’? Apakah peran mereka dalam dunia perwayangan di Indonesia? Pameran Forum Silaturakhim Wedangan Yogyakarta (FSWY) dengan tema wayang ini tidak bermaksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung.

Source gudeg.net gudeg.net/press-release-1/2671/pameran-seni-rupa-wayang.html
Comments
Loading...