Literatur Pewayangan : Parikesit, Dentang-dentang

0 291
Parikesit ‘Dentang-dentang Kematian Kerajaan Hastinapura’ oleh Ki Suratno. Tebal: 288 halaman. Penerbit: Divapress, 2009
Parikesit dalam versi India. Mungkin terdapat perbedaan dengan versi Jawa mulai dari nama-nama tokoh dan kejadian-kejadiaannya. Tidak ada habisnya memang jika kita membicarakan sebuah kisah epic sekaligus menjadi pencerahan jiwa manusia. Ya, yang saya maksudkan adalah Mahabharata. Mahabharata adalah karya sastra kuno yang berasal dari India dan terdiri dari delapan belas kitab (Astadasaparwa). Secara tradisional, penulis Mahabharata adalah Begawan Byasa atau Vyasa.
Secara singkat, Mahabharata berceritakan konflik yang terjadi dalam sebuah keluarga, yaitu antara para Pandawa dengan sepupu mereka, yaitu Korawa. Konflik ini dapat disimpulkan karena hak pemerintahan Negara Hastinapura. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha. Dalam cerita ini timbullah tokoh-tokoh yang mencuat kepermukaan seperti Arjuna, Abimanyu, Aswatama, Baladewa/ Balarama, Bhisma, Bima, Destrarata, Durna, Dristadyumna, Drupadi, Duryudana, Gatotkaca, Nakula, Sadewa, Yudistira, Srikandi, Khrisna, Kunti, Karna, Pandu, dan masih banyak tokoh hebat lainnya.
Hingga muncul satu nama yang kurang tersorot dan muncul di akhir-akhir cerita Mahabharata. Yaitu, Parikesit atau परीक्षित. Parikesit sudah menemui cobaan hidup walau masih dalam kandungan ibunya. Ayahnya yang bernama Abimanyu gugur dalam medan perang akibat kecurangan pihak Korawa yang mengunci Abimanyu dalam formasi  Chakrawyuha. Abimanyu sungguh pandai dalam menembus formasi tersebut. Karena ketika masih dalam kandungan Subadra.
Source bukuwayang.wordpress.com bukuwayang.wordpress.com/2013/01/13/parikesit
Comments
Loading...