Literatur Pewayangan : Pedhalangan Drona Rangsang

0 195

Data buku :
Soenarto Timoer  ;  “Drona Rangsang“  ;  Jakarta  ;  Balai Pustaka  ;  1982 = cetakan pertama, 1993 = cetakan kedua  ;  60 halaman  ;  bahasa Jawa  ;  ISBN 979-407-462-4

Drona adalah guru para Kurawa dan Pandawa. Ia merupakan ahli mengembangkan seni pertempuran, termasuk dewāstra. Arjuna adalah murid yang disukainya. Kasih sayang Drona terhadap Arjuna adalah yang kedua jika dibandingkan dengan rasa kasih sayang terhadap puteranya Aswatama. Kelahiran Drona. Drona dilahirkan dalam keluarga brahmana (kaum pendeta Hindu). Ia merupakan putera dari pendeta Bharadwaja, lahir di kota yang sekarang disebut Dehradun (modifikasi dari kata dehra-dron, guci tanah liat), yang berarti bahwa ia (Drona) berkembang bukan di dalam rahim, namun di luar tubuh manusia, yakni dalam Droon (tong atau guci).

Diceritakan secara dramatis dalam Mahabharata.  Bharadwaja pergi bersama rombongannya menuju Gangga untuk melakukan penyucian diri. Di sana ia melihat bidadari yang sangat cantik datang untuk mandi. Sang pendeta dikuasai nafsu, menyebabkannya mengeluarkan air mani yang sangat banyak. Ia mengatur supaya air mani tersebut ditampung dalam sebuah pot yang disebut drona, dan dari cairan tersebut Drona lahir kemudian dirawat. Drona kemudian bangga bahwa ia lahir dari Bharadwaja tanpa pernah berada di dalam rahim. Pernikahan Drona. Drona menikahi Krepi, adik Krepa guru di keraton Hastinapura. Krepi dan Drona memiliki putera bernama Aswatama. Pada suatu hari Aswatama meminta.

Source wayangpustaka02.wordpress.com wayangpustaka02.wordpress.com/2012/07/01/ebook-drona-rangsang-oleh-soenarto-timoer-1982-1993-cerita-wayang
Comments
Loading...