Literatur Pewayangan : Ramadewa, Teladan Cinta

0 105

Tentu saja sesuai dengan judulnya adalah berisi cerita tentang Rama dan Sinta. Atau lebih tepatnya: Teladan Cinta dan Kehidupan Rama-Sinta, seperti tertera pada sub-judulnya. Di buku ini, Herman Pratikto seakan seorang dalang, bercerita mulai dari kelahiran Ramaparasu hingga Dewi Agni membuktikan kesucian Sinta. Kisahnya sangat memikat, tak jauh beda dengan kisah-kisah yang diterbitkan sebelumnya. Saya sendiri tak hanya terpikat kala membacanya, namun juga terserap habis, larut dalam alur cerita. Kisahnya bertutur runtut, penuh dengan kejutan. Selalu menyisakan tanda tanya, bahkan hingga ke akhir episode. Siapa Herman Pratikto?

Apakah anda mengenal karya-karya Herman Pratikto?

Wajar jika anda menjawab,

Tidak

Karena putra kelahiran Blora Jawa Tengah ini memang telah lama wafat, yakni tahun 1987 silam dalam usia 58 tahun. Sepanjang hidup, beliau banyak menghasilkan karya sastra klasik. Diantaranya adalah Ramadewa (kisah Ramayana), Mahabarata, Bende Mataram, Bunga Ceplok Ungu, dan lain-lain. Herman Pratikto adalah seorang seniman murni. Ia menghidupi keluarganya hanya dari hasil menulis dan berkesenian. Menulis sejak muda dengan nama samaran Sedah Mirah.

Pernah pula bekerja di bidang jurnalistik, pendiri majalah mingguan “Minggu Pagi” di Yogyakarta. Konon beliau seorang otodidak. Tak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang seni, sastra maupun budaya. Namun buku-bukunya sungguh dalam, menyentuh, dan sangat asyik dibaca. Kok tetap enak dinikmati.

 

Source mangkoko.com mangkoko.com/ruang_baca/kisah-rama-sinta-ala-herman-pratikto
Comments
Loading...